Startup Halodoc Kembangkan Riset dan Inovasi Kesehatan

Startup Halodoc bekerja erat dengan departemen Penelitian dan Publikasi Ilmiah dari Perhimpunan Dokter Indonesia (IDI) dalam Penelitian dan Inovasi Kesehatan. Startup yang merupakan bagian dari ekosistem Gojek optimis, kolaborasi ini dapat meningkatkan layanan di platform.

Kepala Halodoc Medis, Dr. Irwan Heriyanto MARS mengatakan perusahaannya selalu menggunakan teknologi dan data untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi masyarakat saat mengakses layanan kesehatan. “Kami percaya bahwa kolaborasi ini dapat mendukung penciptaan lebih banyak solusi untuk masyarakat,” katanya dalam siaran pers, Senin (28/10).

Halodoc telah bekerja dengan lebih dari 1.400 rumah sakit selama tiga tahun terakhir. Setidaknya ada lebih dari 20 ribu dokter terakreditasi dan 1.300 apotek yang telah menjadi mitra.

Startup ini juga memiliki lebih dari tujuh juta pengguna aktif (MAU) terhubung setiap bulan di sekitar 50 kota di Indonesia. “Dengan jaringan mitra dan pengguna yang luas dari Sabang hingga Merauke, kami optimis bahwa kami dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dalam penelitian kesehatan,” kata Irwan.

Halodoc memiliki aplikasi dengan empat fungsi utama. Diantaranya Bicara dengan dokter (obrolan dengan dokter), beli obat (beli obat), kunjungi rumah sakit (kunjungi rumah sakit) dan layanan Lab.

Berdasarkan data dari berbagai sumber, ada lima isu strategis yang akan diprioritaskan dalam pengembangan kesehatan selama lima tahun ke depan pada Pertemuan Tenaga Kesehatan Nasional pada tahun 2019 (Rakerkesnas). TB), penyakit tidak menular (PTM) dan cakupan imunisasi dasar lengkap. Irwan percaya bahwa kebijakan pemerintah harus didasarkan pada penelitian untuk membuat program yang berkelanjutan.

Leave a Reply